Filsafatisasi Kristianitas Atau Kristianisasi Filsafat

  • Edison R. L. Tinambunan STFT Widya Sasana, Malang

Abstract

Abstrak: Filsafat telah memiliki perjalanan panjang dalam hubungannya dengan Kristianitas. Sumbangan filsafat untuk Kristianitas begitu banyak terutama dalam kaitannya dengan teologi. Tulisan ini meneliti soal integrasi filsafat dalam Kristianitas yang selama ini sering diperdebatkan. Periode apologi yang dimulai pada awal abad kedua sampai dengan pertengahan abad ketiga Masehi, memberikan suatu penjelasan konkrit untuk permasalahan ini. Melalui para apologet, yang sebelumnya adalah filsuf, bahkan mampu melangkah lebih jauh dalam penemuan kebijaksanaan yang sesungguhnya yang merupakan obyek dan tujuan filsafat. Bahkan mereka sampai pada suatu pemikiran bahwa filsafat adalah ranah semai yang mempersiapkan filsafat yang sesungguhnya, yaitu Kristianitas. Berkat para apologet, filsafat menjadi bagian penting dalam Kristianitas, bukan saja di bidang teologi, tetapi juga di dalam ranah eksegese, hermeneutika dan terlebih-lebih di dalam hidup. Penulis Kristiani setelah periode apologi mengintegrasikan filsafat dalam tulisan dan di dalam rumusan iman. Berbagai terminologi filosofis yang diintegrasikan ke Kristianitas belum tergantikan sampai dengan saat ini.


Kata-kata Kunci: Filsafat, filsuf, teologi, apologi, apologet, kebijaksanaan.


Abstract: Philosophy is having a long journey in its relationship with Christianity. There is much influence of philosophy on Christian thinking, but especially on theology. This article researches the integrity of philosophy within Christianity, an integral relationship which has always been debated. During the period of the Apologies, which was begun at the beginning of the second century up to the middle of the third century, an important concrete solution to this debate was given. Through the Apology Fathers of the Church who previously were philosophers, had the capacity to go farther in finding real wisdom, which is the subject and the goal of all research in philosophy. They were able to reach a consideration that their philosophy was a field seed which had prepared for the real philosophy, which is Christianity. Through the apologies, philosophy created an important partnership with Christianity in the areas of theology and biblical exegeses, and even in hermeneutics and way of life. After the period of the Apology Fathers, Christian writers integrated philosophy in a certain way into their writings, even as a formula of faith. And some philosophical terminology, which was integrated into Christianity, could not be replaced after this time.


Keywords: Philosophy, philosopher, theology, apology, apolog, virtue.

Published
Apr 3, 2017
How to Cite
TINAMBUNAN, Edison R. L.. Filsafatisasi Kristianitas Atau Kristianisasi Filsafat. DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARA, [S.l.], v. 16, n. 1, p. 1-22, apr. 2017. ISSN 2580-1686. Available at: <http://journal.stfdriyarkara-diskursus.ac.id/index.php/dis/article/view/27>. Date accessed: 21 nov. 2017. doi: http://dx.doi.org/10.26551/diskursus.v16i1.27.