Bereksistensi Dalam Transendensi Menurut Pemikiran Karl Jaspers

  • Joko Siswanto, dkk Fakultas Ilmu Filsafat, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Abstract

Abstrak: Karl Theodor Jaspers, seperti para eksistensialis lain, bergumul dengan persoalan eksistensi manusia. Kekhususan Jaspers terletak pada titik fokus. Orientasi pemikiran Jaspers tidak bukan pada struktur eksistensi, tetapi pada pencapaian eksistensi. Menurut Jaspers, manusia tidak memiliki kekuatan untuk bereksistensi. Eksistensi hanya dapat dicapai dalam relasi dengan Transendensi. Berangkat dari keyakinan ini, Jaspers membangun pemikiran eksistensial metafisiknya dengan pertanyaan dasar, bagaimana manusia dalam situasi konkrit dapat menjangkau Transendensi. Pergumulan ini membawa Jaspers pada eksplorasi chiffer sebagai medium menuju Transendensi. Transendensi berevelasi dalam chiffer, sehingga untuk menjangkau-Nya, manusia harus masuk dan keluar melalui chiffer. Jalan metafisik Jaspers adalah membaca dan menginterpretasi chiffer. Pembacaan akan membawa manusia pada pengalaman mistik revelasi, dan interpretasi chiffer menghasilkan penerangan untuk membangun hidup secara otentik. Keputusan untuk mengikuti penerangan Transendensi menjadi awal dari eksistensi. Pemikiran eksistensial metafisik Jaspers dapat berkontribusi bagi masyarakat pluralis zaman modern yang cenderung gamang dengan keberadaan dan terkurung dalam pola pikir rasionalitas teknologi.


Kata-kata Kunci: Eksistensi, Transendensi, metafisika, chiffer, revelasi jalan panjang.


Abstract: Karl Jaspers, like other existentialists, thinks about the problem of human existence. Jaspers speciality lies at the point of focus. The orientation of Jaspers thought is not of the existence structure, but how to reach it. According to Jaspers, human beings have no power to exist. The existence can only be achieved in relation with Transcendence. From this point of faith, Jaspers constructs this existential metaphysical thought, how human being in concrete situation can reach Transcendence. This thought takes Jaspers at chipher exploration as a medium toward Transcendence. Transcendence evelates into chipher so that to achieve it, human being must be in and out through chipher. Jaspers metaphysical way is to read and interpreted chipher. The reading will bring human beings to mystic revelation existence, and interpretation of chipher will result in enlightenment to live a life authentically. The determination to follow the enlightenment of Transcendence becomes the outset of existence. Jaspers existential metaphysical thought can contribute to plural community at the modern era which tends to be confusing with situation and limited in the pattern of rational and technological thought.


Keywords: Existence, Transcendence, metaphysics, chiffer, long way revelation.


E-mail: joksis_filsafatugm@yahoo.com; rizalm@filsafat.ugm.ac.id; jackelvi26@gmail.com.

Published
Dec 20, 2017
How to Cite
SISWANTO, DKK, Joko. Bereksistensi Dalam Transendensi Menurut Pemikiran Karl Jaspers. DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARA, [S.l.], v. 16, n. 2, p. 158-187, dec. 2017. ISSN 2580-1686. Available at: <http://journal.stfdriyarkara-diskursus.ac.id/index.php/dis/article/view/61>. Date accessed: 20 sep. 2018. doi: http://dx.doi.org/10.26551/diskursus.v16i2.61.